• Twitter
  • Technocrati
  • stumbleupon
  • flickr
  • digg
  • youtube
  • facebook

Follow our Network

..........

When our city too crowded, there is no empty space to build. Too many spaces are unfit for human. Some plants doesn't get places. We need a new methods in Architecture. Something different, something that prioritizes REdesign, REbuild, REcreating. WELCOME... for everyone who likes Architecture, Graphic Design & Indonesian Arts. Enjoy My Inspirational Page!!.

Google Search

INFO

Showing posts with label Article about Architecture. Show all posts
Showing posts with label Article about Architecture. Show all posts

Program Ruang dalam Perencanaan Rumah Sakit

0

Labels: ,

Terdapat bukti yang cukup positif saat CABE (Commission for Architecture and Built Environment) mengumumkan hasil riset melalui telpon terhadap 500 perawat di London yang dilakukan sejak 12-27 Agustus 2003, yang menyatakan bahwa para perawat tersebut sangat menyadari bahwa desain Rumah Sakit dan lingkungannya berdampak langsung terhadap kecepatan kesembuhan pasien (patients recovery rate) dan terutama pada tingkat stress mereka. Hal lain yang juga diungkap dalam riset tersebut adalah sebagai berikut:


:: 91% Perawat dan 100% Dokter yang disurvey percaya, bahwa lingkungan rumah sakit yang sudah didesain dengan baik sangat berhubungan erat dengan tingkat kesembuhan pasien.


:: 90% Perawat dan 91% Dokter setuju bahwa bekerja di rumah sakit yang tidak didesain dengan baik, juga memberikan kontribusi yang tinggi terhadap peningkatan tingkat stress pasien.


:: 90% Dokter menyatakan bahwa sikap pasien lebih baik terhadap staf medik jika berada pada ruangan yang didesain dengan baik.


:: 79% Perawat percaya bahwa desain suatu rumah sakit berperanan penting pada perkembangan etos kerja karyawan.


:: 87% Perawat menyatakan bahwa rumah sakit yang didesain dengan baik akan sangat membantu mereka dalam menyelesaikan pekerjaan.


:: 99% Perawat dan 100% Dokter setuju bahwa mereka harus mengkonsultasikan kepada tenaga ahli yang tepat dalam menyelesaikan pokok permasalahan desain.


:: Tetapi hanya 44% yang menyatakan bahwa mereka tidak merasakan dampak apapun dari desain fisik bangunan rumah sakit.Hasil riset tersebut hanya menegaskan saja penyataan Dr. Beverly Malone, Sekjen NRC (Royal College of Nursing),

”Para perawat pasti merasakan dampak desain lingkungan kerja mereka terhadap
kinerja maupun terhadap kesembuhan pasien. Berjalan menyusuri koridor panjang
dan dan merawat pasien setiap hari, dalam penghawaan bangunan yang buruk dan
ruang rawat yang tidak didesain dengan baik, sangat berakibat negatif terhadap
upaya pelayanan kesehatan yang profesional dan tidak kondusif bagi kesembuhan
pasien.”
Pemrograman, sebagaimana kita ketahui, merupakan tahapan kedua dari keseluruhan proses perencanaan sebuah rumah sakit―tahapan pertama adalah studi kelayakan/feasibility study (Rosenfeld, 1981). Dan program ruang, merupakan salah satu proses yang cukup signifikan dari keseluruhan proses atau tahapan pemrograman. Sebagai seorang perencana rumah sakit ― baik seorang arsitek, maupun manajer rumah sakit (hospital administrator)―penguasaan operasional program ruang merupakan nilai mutlak yang tidak dapat ditawar lagi. Hal ini untuk menghindarkan ketidaksesuaian fungsi maupun besaran ruang yang kurang memenuhi kebutuhan standar sebuah rumah sakit.


Tabel berikut ini menunjukkan daftar bagian dari sebuah rumah sakit yang dapat membantu kita untuk memvisualisasikan ukuran/besaran ruang tiap-tiap bagian rumah sakit (Porter, 1982). Tabel ini hanya dapat digunakan untuk Fasilitas Kesehatan atau Rumah Sakit yang bukan merupakan Rumah Sakit Pendidikan.



Contoh penggunaan tabel diatas adalah sebagai berikut :

Anda merencanakan sebuah Rumah Sakit dengan kapasitas tempat tidur 50 buah. Maka, Luas Ruang untuk Radiologi adalah :

50 (TT) x 3.6 (m2) = 180m2 atau ruangan berukuran (contoh) 8x10m.

Beberapa catatan tambahan mengenai tabel diatas, adalah:
Luas/Besaran Ruang (gross) yang dibutuhkan adalah berdasarkan garis as dinding, serta merupakan penjumlahan dari Luas Ruang (net) ditambah ruang-ruang sisa (nonassignable areas). Ruang-ruang sisa termasuk ketebalan dinding partisi, sirkulasi vertikal dan horisontal, dan shaft. Untuk mengkonversi luas/besaran ruang kotor (gross) menjadi luas/besaran ruang bersih (net), biasanya digunakan koefisien 1.5-1.8.

Contoh :

Luas kotor Ruang Laundry adalah 1.08 m2 (tiap bed yang disediakan RS)Maka, Luas bersihnya adalah = 1.08 / 1.5= 0.72 m2

Dalam pemrograman dan perencanaan sebuah rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan, kebanyakan arsitek dan manajer rumah sakit menggunakan standar ini ditambah dengan sirkulasi untuk menentukan luas riil rumah sakit dan menentukan biaya untuk pengajuan sebuah proyek rumah sakit. Sehingga diharapkan produk perencanaan rumah sakit nantinya —baik masih berupa Master Program maupun Master Plan, atau bahkan ketika sudah memasuki tahap Design Development Plan― dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun profesional dengan kualitas yang optimal.

Repost from :

Tito Haripradianto, ST. MT.

http://hospitalarchitecture.blogspot.com

Mega Proyek Masa Depan Indonesia

0

Labels:

Indonesia merupakan anggota G-20 yang merupakan kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Indonesia juga merupakan salah satu negara besar di dunia dengan jumlah penduduk yang besar dan kekayaan alam melimpah. Walau didera krisis ekonomi, Indonesia mulai bangkit. Kini pembangunan di Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lain. Indonesia bahkan memiliki mega proyek kelas dunia. Beberapa mega proyek yang sudah jadi adalah jembatan Suramadu dan Indoor Theme Park terbesar di dunia, Trans studio. Beberapa proyek akan menyusul. Ada yang masih dalam perencanaan dan ada juga yang sudah dalam tahap penyelesaian. Diantara mega proyek tersebut, yaitu:


Surabaya Sport Center (SSC)
Surabaya segera akan memiliki kompleks olahraga supermegah dengan fasilitas superlengkap. Proyek bernama Surabaya Sport Center (SSC), yang memakan dana Rp 440,2 miliar, dijadwalkan selesai paling lambat Desember 2009 ini. Berlokasi di kawasan Benowo, Surabaya Barat, kompleks itu terdiri atas sebuah stadion utama berkapasitas 50 ribu penonton, sebuah stadion indoor berkapasitas 10 ribu penonton, dan sebuah masjid. Nanti kompleks tersebut juga direncanakan memiliki stadion atletik dan sirkuit.




Perpustakaan Universitas Indonesia (UI)
Indonesia akan memiliki perpustakaan termodern, terbesar dan terindah di dunia yang akan berlokasi Universitas Indonesia (UI) Depok di areal seluas 2,5 hektar. Lokasi bangunan berada di tepi danau Kenanga Universitas Indonesia dan berjarak sekitar 100 meter dari gedung rektorat. Gedung perpustakaan ini akan memiliki luas bangunan 30.000 m2 serta terdiri atas delapan lantai. Gedung berlantai delapan ini dirancang tahan gempa dan ramah lingkungan. Kebutuhan energi menggunakan sumber terbarukan yakni energi matahari (solar energy) selain itu di dalam gedung tidak diperbolehkan menggunakan plastik. Pembangunan gedung delapan lantai ini ditargetkan selesai Desember 2009 dengan anggaran sekitar Rp 100 miliar. Januari tahun depan diharapkan perpustakaan ini sudah bisa dibuka untuk civitas UI dan juga masyarakat umum. Pembangunan perpustakaan ini merupakan salah satu upaya UI menuju World Class University dan masuk ranking 100 besar perguruan tinggi terbaik di dunia.


Menara Jakarta

Jakarta akan segera memiliki salah satu menara tertinggi di dunia yang dinamakan "menara Jakarta". Proyek Menara Jakarta yang sebelumnya terhenti akibat badai krisis moneter, akan kembali dilanjutkan kembali. Proyek Menara Jakarta akan kembali dibangun pengerjaan konstruksi pada Januari 2010. Pembangunan Menara Jakarta yang menelan anggaran Rp 5 triliun ini ditargetkan rampung 2012 mendatang. Menara Jakarta setinggi 558 meter ini nantinya akan mengalahkan Oriental Pearl Tower, Shanghai, setinggi 460 meter, KL Tower di Malaysia 421 meter, dan CN Tower di Kanada setinggi 533 meter. Dan tak kalah penting, Menara Jakarta akan dijadikan sebagai pusat jaringan telekomunikasi dan multimedia dengan data center dan disaster recovery center. Menara Jakarta juga akan dijadikan sebagai traffic control dan pusat jaringan fiber optik di Jakarta. Menara ini juga akan memiliki restoran berputar, yang menarik lagi dari Menara Jakarta adalah bentuk kaki tiang menara yang memiliki bentuk tiga kaki yang menopang hingga ke atas. Bentuk semacam ini hanya satu-satunya di dunia untuk gedung-gedung pencakar langit. Jika telah selesai dibangun, Menara Jakarta ini akan menjadi icon (kebanggaan?) bangsa Indonesia dan menjadi menara telekomunikasi dan broadcasting tertinggi di dunia.

Jembatan Selat Sunda

Jembatan Selat Sunda adalah salah satu proyek besar pembuatan jembatan yang melintasi Selat Sunda sebagai penghubung antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera Jembatan Selat Sunda ini akan menjadi jembatan terpanjang pertama di dunia yang dibangun dengan bentang tengah sampai 2.200 meter. Perkiraan biaya investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan JSS sekitar Rp 100 triliun. Pembangunan proyek JSS membutuhkan waktu minimal 10 tahun. Kalau tahun 2012 sudah mulai dibangun rencananya jembatan sudah dibuka tahun 2022. Pada jembatan tersebut akan dibuat enam lajur kendaraan, masing-masing tiga lajur dalam satu ruasnya. Jembatan selebar 60 meter ini juga dilengkapi dua jalur pejalan kaki dan jalur darurat. Tak hanya itu, jembatan ini juga akan dilengkapi dua rel kereta. Jembatan rencananya akan berada pada 70 meter di atas permukaan laut, dan melewati tiga pulau-pulau kecil di selat itu, yaitu Pulau Prajurit, Ular, dan Sangiang. Ini merupakan jembatan dengan panjang 29 kilometer yang akan menjadi jembatan terpanjang di dunia.


Reaktor Nuklir Muria
Indonesia merencanakan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Muria, Jateng. Pegunungan Muria dianggap paling memenuhi syarat sebagai tempat berdiri dan beroperasinya PLTN. Selain karena aman dari gempa, daerah Muria juga sangat dekat dengan sumber air (Laut Jawa) yang dibutuhkan untuk mendinginkan reaktor nuklir. Pembangunan PLTN Muria akan dimulai 2012 dan siap diresmikan 2016 dengan total anggaran Rp 30 triliun. Diharapkan pada 2015-2016 PLTN Muria ini sudah bisa beroperasi dengan kapasitas 1.000 Mwat Elektic dengan investasi US$ 1.500-1.800 per KWh. PLTN membutuhkan uranium dan Indonesia memiliki dua tambang uranium, yaitu tambang Remaja-Hitam dan tambang Rirang-Tanah Merah. Kedua tambang uranium tersebut terletak di Kalimantan Barat. Jika sudah dibangun PLTN Muria akan mampu mengatasi krisis energi listrik yang saat ini sedang dialami negara kita. PLTN Muria yang rencananya memiliki enam reaktor nuklir dengan masing-masing berdaya 600 MW atau totalnya 3600 MW, akan sedikit mampu mengurangi krisis energi listrik terutama Jaringan Jawa-Madura-Bali (Jamali). Jika Indonesia memiliki PLTN, maka Indonesia juga akan masuk ke dalam jajaran segelintir negara elite nuklir dunia tapi nuklir Indonesia akan digunakan hanya untuk tujuan damai.

Costarina
Di Pulau Batam akan dibangun pulau-pulau buatan yang menyerupai peta dunia terbesar di dunia mengalahkan perumahan di Dubai. Perumahan di pantai ini dikembangkan menjadi pusat hunian dengan suasana tepi laut. Sebagian areanya diperoleh dari hasil reklamasi. Site plan-nya dirancang bak lagoon raksasa yang bagian tengahnya ditata menyerupai peta dunia dengan miniatur berbagai benua: Asia, Amerika, Eropa, Afrika, dan Antartika. Coastarina merupakan terobosan konsep pemukiman, yang terinspirasi oleh Palm Islands di Dubai, UAE.Di Coastarina, akan dibangun total 1.000 rumah di kawasan total 150 hektar (25 hektar termasuk taman dan fasilitas umum). Di sana, juga ada Okarina Taman Rekreasi dengan food court, kafe dan restoran, Taman Air, dinding raksasa, dan permainan air. Coastarina mega proyek ini akan selesai dalam 6 tahun dan total investasi diperkirakan menjadi 60 - 80 juta USD atau sekitar Rp. 570 M / Rp 760 M. MURI (Museum Rekor Indonesia) memberikan penghargaaan kepada Coastarina untuk papan tulisan terbesar di Indonesia, perumahan yang terletak di bibir pantai Batam itu akan mencatatkan dua rekor lagi untuk pembangunan bola dunia paling besar dan peta dunia terbesar di dunia.


Center Point Of Indonesia
Makassar akan memiliki kawasan super megah sebagai pusat bisnis, wisata dan pendidikan yang dinamakan Center Point Of Indonesia. Center Point Of Indonesia dibangun di kawasan dengan luas total 600 hektar itu akan terdapat bangunan bangunan menjulang tinggi, pusat bisnis dan pemerintahan, kawasan hiburan, hotel hotel kelas dunia yang dilengkapi dengan lapangan golf dengan view ke laut lepas dan pemandangan menakjubkan ke pulau pulau di Teluk Makassar. Di kawasan ini juga akan dibangun Istana kepresidenan yang selama ini hanya berada di Jawa dan Bali. Istana ini nantinya berada di atas laut. Di kawasan CPI juga akan dibangun Masjid Termegah di Asia, sekelas Taj Mahal di India. Ada juga The Makassar Notradamus, yaitu taman 1000 patung Pahlawan Indonesia. Masih di lokasi yang sama, Makassar juga akan membangun Public Space atau area publik terluas di Dunia. Di lapangan nan luas ini, akan terdapat banyak kawasan hijau, tempat bermain, taman bunga, tempat beristrahat, dan tentunya pantai buatan. Di sekitar kawasan ini juga akan terdapat Waterfront dan Marinas.Center Point Of Indonesia akan dilengkapi dengan dua jalan layang selebar masing masing 40 meter, waterway, monorail dan busway. Monorail di CPI akan menghubungkan kawasan megah ini ke Pusat Kota Makassar, hingga ke Bandara International Sultan Hasanuddin. Jika proyek ini benar benar terwujud maka Makassar akan melampaui Jakarta dalam hal mewujudkan angkutan Mass Rapit Transport idaman itu.Center Point of Indonesia juga akan dilengkapi dengan sebuah menara yang menyerupai Oriental Pearl Tower di Shanghai. Menara setinggi 300 meter itu akan difasilitasi dengan dek anjungan berputar. Menara itu akan dibangun tepat di tengah tengah proyek CPI. Selain itu, Center Point of Indonesia akan memanjakan pengunjung karena sudah terintegrasi dengan Trans Studio Indoor Theme Park, karena akan dilewati oleh jalur Monorail. Nantinya beberapa pantai dan pulau-pulau buatan di CPI juga akan dihubungkan dengan kereta gantung (Gondola) terpanjang di Asia. Jika proyek ini selesai, maka Makassar akan melesat menjadi kota metropolitan modern dan terbesar kedua di Indonesia, melampaui Surabaya. Obsesi itu jugalah yang membuat Makassar bertekat untuk menjadi kota dunia di tahun 2030.

Sundial (jam matahari) Pontianak
Indonesia akan memiliki sundial atau jam matahari tertinggi di dunia jika sundial Pontianak jadi dibangun. Dari semua kota yang dilewati garis Khatulistiwa, hanya ada satu kota di dunia ini yang dibelah atau dilintasi secara persis oleh garis Khatulistiwa, yaitu Kota Pontianak. Pembangunan sundial di lokasi sekitar Tugu Khatulistiwa Pontianak diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp76,6 miliar dengan lahan seluas 44,1 meter. Rencananya tugu tersebut akan dibangun dengan tinggi 71 meter, sehingga akan menjadikan Tugu Khatulistiwa sebagai sundial tertinggi di dunia. Pada lahan di sekitar sundial tugu akan dibangun sundial berukuran kecil sebanyak 17 buah. Angka 17 dan 71 diambil dari angka kelahiran Kota Pontianak. Untuk memperkuat ikon Pontianak sebagai Kota Khatulistiwa juga akan dibangun Twin Solar Telescope, Museum Galeri, Science Centre, kawasan komersial, Amphiteater, dan Convention di kawasan tugu tersebut.


Biak space port

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan mendirikan "space port" atau lokasi peluncuran roket pendorong satelit di Pulau Biak, Papua. Pulau Biak merupakan lokasi yang sangat strategis untuk penerbangan ke angkasa luar karena posisinya sangat dekat dengan garis katulistiwa. Pulau Biak berhadapan langsung dengan samudera luas sehingga proses peluncuran roket yang akan dilakukan diperkirakan tidak akan mengganggu negara lain. Jika roket pendorong satelit itu diluncurkan, serpihan atau benda-benda yang jatuh dari dari proses peluncuran itu akan jatuh ke laut, tidak mengenai negara lain, termasuk wilayah Indonesia. Selain itu, Pulau Biak juga terletak di di area ekuatorial (Posisinya hanya dua derajat dari garis katulistiwa) sehingga dorongan roket peluncur satelit lebih kuat dan mampu mengantar alat pemantauan di angkasa ke antariksa.


Terusan Sulawesi
Pada Musyawarah Sulawesi IV Enam gubernur se-Sulawesi menggagas pembangunan "Terusan Khatulistiwa" yang memotong leher Pulau Sulawesi. Kelak Pulau Sulawesi bakal terbagi dua, karena dipisahkan oleh laut di terusan yang akan diberi nama Terusan Khatulistiwa. Jika rencana tersebut benar-benar direalisasikan, maka terusan ini akan menjadi terusan ketiga di dunia, sebab saat ini baru ada dua terusan, yakni Terusan Suez di Mesir dan Terusan Panama di Amerika Tengah. Terusan Khatulistiwa ini bisa menjadi jalur laut internasional yang ramai dan akan memperpendek jarak transportasi laut dari wilayah timur Pulau Sulawesi menuju wilayah barat Indonesia, serta ke Filipina dan Malaysia. Itu merupakan beberapa mega proyek di Indonesia disamping proyek-proyek lainnya yang akan menjadikan Indonesia sebagai negara maju di masa depan. Mega-mega proyek tesebut kelak akan menjadi kebanggaan besar bagi bangsa Indonesia. Giliran kita mengambil bagian untuk ikut serta memajukan negara Indonesia tercinta ini.
di sunting dari :
Big Idea...Big Risk.. :)
Rendra says:
Tidak semua proyek di atas baik untuk di realisasikan, sebagian rencana yang telah disiapkan agak sedikit naif menurut saya. Kita sepertinya terpengaruh dengan gaya hedon negara Timur Tengah dengan super mega proyek mereka. Proyek-proyek seperti Jakarta Tower dan Costarina menurut saya hanya akan dinikmati kaum atas (mungkin belum saat nya). Mungkin lebih baik melakukan pembenahan kota (kota-kota besar Indonesia) agar lebih layak untuk dihuni, misal :
melakukan RElokasi pasar tradisional menjadi pasar yang bersih dan nyaman, RElokasi PKL, dll. (banyak nih masalah di kota kita, capek ntar ngetik nyaa.. :D)
REbuild (membangun kembali) kawasan peninggalan sejarah seperti Kota Tua di Jakarta, Kota Lama di Semarang dan masih banyak lagi situs2 bersejarah yg membutuhkan perewatan dgn dana tidak sedikit., dengan maksud agar anak cucu kita nanti masih bisa belajar dan menikmati peninggalan tsb.
REdesign (mendesain atau menata kembali) kota-kota yang sudah sangat padat mawut :D, dengan membangun infrastruktur yang mendukung aktivitas penduduk kota.
Setuju ga men temen?..
Semoga Indonesia bener-bener menjadi negara "besar" kelak. Amiiin...

Menjaga, Mengelola dan Mengembangkannya (Arsitektur Kota).

0

Labels:


Bersekolah arsitektur membuat pola pikir saya berubah drastis, lebih ter-planning, lebih perasa, mencoba melihat sesuatu dari sisi yang tidak umum dilihat orang-orang awam, selalu mencoba melihat detail ruangan yang tidak diperhatikan orang lain.
Setelah mendapatkan banyak teori-teori, beberapa tugas survei lapangan dan kuliah lapangan, saya sadar bahwa Jogja adalah salah satu kota istimewa yang ada di Indonesia yang tidak saya jumpai di Sumatra. Pendapat saya 7,5 tahun lalu tentang kawasan Malioboro berubah total, dari hasil studi yang saya dapat mulai dari sejarahnya, arsitekturnya, ekonomi dan budaya kota Jogja yang mempengaruhi rancangannya, kawasan Malioboro sangat istimewa. Jalan Malioboro merupakan peniggalan masa lalu yang sangat berharga, sebagai pusat perekonomian, berada di sumbu imajiner yang membelah di tengah-tengah kota jogja, menghubungkan antara Tugu Jogja dan Keraton sebagai pusat pemerintahan lengkap dengan 2 alun-alun sejajar sebagai pusat kegiatan sosialisasi masyarakat. (Pemikiran yang saya dapatkan pada 1 tahun menempuh pendidikan di dunia arsitektur).

Melangkah masuk tahun ke 2 bersekolah di arsitektur, saya mulai mempelajari arsitektur kota-kota dunia, mulai dari kota-kota di Amerika, Eropa, Jepang, China dengan latar belakang yang sangat berbeda-beda. Saya mulai mengenal lima karakteristik pembentuk image kota hasil pemikiran Kevin Lynch : path, edges, districs, nodes, landmark yang semuanya dapat dengan mudah ditemukan di kota-kota besar dunia bahkan kota-kota besar di Indonesia, salah satunya kota Jogja.



Saya mencoba berimajinasi setelah berulang kali berjalan di kawasan Jalan Malioboro dan daerah-daerah peniggalan masa kolonial di nol kilometer. Membayangkan kawasan tersebut dengan suasana tenang tanpa jeritan kendaran, suasana tanpa asap hitam mengepul dari kendaraan-kendaraan tua, yang ada hanya helaan nafas laki-laki berumur mengayuh becak, hentakan kaki kuda yang menarik kereta dan hentakan kaki manusia yang berjalan memenuhi kawasan tersebut, sesekali terdengar alunan musik dari musisi jalanan didampingi bisikan-bisikan tawar menawar dari emperan pedagang kaki lima yang berbaris rapi, deretan bangunan yang teratur yang menyejukkan mata dengan arsitektur yang menarik para pendatang. Sesekali diadakan festival-festival kebudayaan, pameran seni di sekitar kawasan. Hal-hal di atas menjadikan kawasan Malioboro sangat menarik untuk dikunjungi, tidak akan ada kota di dunia akan menyerupai atau mirip dengan suasananya. Semuanya akan menguntungkan secara ekonomis karena akan terjadi perputaran uang yang sangat besar dan cepat di kawasan ini.

Bisa jadi semua pemikiran di atas hanya sebatas imajinasi. Setelah tinggal di kota Jogja lebih dari 3 tahun, saya mencoba memikirkan dan merasakan masalah yang ada di kota tempat saya tinggal. Mengapa Jogja semakin ramai?, jalanan semakin padat dengan kendaraan-kendaraan berplat nomor bukan berawalan AB, bangunan peninggalan masa kolonial sudah didampingi mall, ruko-ruko, pertokoan-pertokoan yang bentuk bangunannya sangat idealis.
Begitulah arsitektur kota, seperti kata Y.B. Mangun Wijaya Arsitektur yang baik adalah yang memiliki citra, makna, kesejatian, dan estetika, termasuk juga arsitektur kota. "Arsitektur kota yang dibuat haruslah hasil dari pengenalan sifat dan karakter manusia di dalamnya, potensi-potensi alamnya, kulturnya, keyakinan-keyakinan yang hidup di tengah masyarakatnya, dan seterusnya".
Ternyata arsitektur kota bukan hanya sekedar rancangan fisik, harus ada keharmonisan aspek politik, ekonomi, sosial, dan kultur. Mungkin kita bisa belajar dari Arsitektur kota-kota besar dunia seperti arsitektur India, arsitektur Barat, arsitektur Yunani, termasuk Jepang yang sudah bisa mengharmoniskan aspek-aspek di atas.

Permasalahannya mungkin adalah para desainer atau arsitek ketika mendirikan bangunan tidak sadar bahwa bangunannya akan menjadi pengisi kota, hanya fokus pada lahan yang dimiliki dan tidak memikirkan bagaimana dampak bangunan terhadap kawasan tempat bangunan tersebut berdiri. Padahal kota-kota besar di Indonesia mempunyai rencana tata kota yang cukup baik peniggalan arsitek-arsitek Belanda pada masa penjajahan, Jakarta yang dulunya Batavia, Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya, Makasar yang memiliki sebuah jantung kota yang membuat kota bisa tetap hidup. Didukung lagi dengan SDM sekarang yang sudah terbukti berkualitas, disainer-disainer urban asal Indonesia berprestasi di luar negeri. Tapi keadaan sekarang malah tidak terkendali, kota-kota besar sudah sangat penuh dengan kendaraan, infrastruktur yang perkembangannya tidak secepat perkembangan penduduk sehingga sudah tidak memadai, bentuk-bentuk fisik bangunan yang saling menonjolkan diri masing-masing.

Sulit rasanya mendambakan kota-kota tersebut dengan ruang publik untuk masyarakat bersosialisasi, ruang publik untuk rakyat berdemokrasi dan berinteraksi dengan pemerintah sehingga tidak demonstrasi di jalan-jalan yang sangat mengganggu dan merugikan. Sulit untuk mendambakan kota dengan bangunan yang teratur, selaras, harmonis sehingga Arsitektur dapat dinikmati orang awam sekalipun.
Ada lagi hadangan paling sulit, satu hadangan tembok besar yang begitu kokoh, semua permasalahan yang ada berujung dan harus gagal terhadang tembok tersebut. Tembok berupa kondisi ekonomi yang seakan menjadi jenderal perang yang siap menghancurkan seluruh rencana yang sudah disusun. Masih kurang tertibnya pihak-pihak tertentu yang hanya memikirkan diri sendiri dan kekayaan sesaat.
Sulit bukan berarti tidak bisa!. Kota Jogja yang sudah saya anggap sebagai kampung halaman saya ini sangat berpotensi untuk dikembangkan, kekayaan kulinernya, kebudayaan yang masih kuat pada masyarakatnya, statusnya sebagai kota pelajar yang menjadi tujuan banyak anak muda untuk bersekolah, statusnya sebagai kota pariwisata mempermudah untuk membangun kota ini lebih baik. Saatnya membuat peraturan daerah yang mengikat, saatnya mengengembangkan transportasi kota dan mencegah kendaraan semakin banyak masuk ke kota, saatnya meningkatkan perekonomian kota, memberikan lahan-lahan bagi pedagang, menghidupkan ruang-ruang publik agar bisa menampung kreatifitas penduduk Jogja yang didominasi kaum muda. Saatnya membangun kota yang kreatif dengan memanfaatkan kreatifitas masyarakat luas.

"Arsitektur kota akan terbangun dengan baik jika semua pihak bersatu dan saling mendukung untuk menyelaraskan nilai-nilai dimasyarakat, nilai yang lebih dari sekedar estetika. Menjaga dan merawat peninggalan-peninggalan masa lalu. Mengelola kekayaan yang kita punya; budaya, kuliner, SDA, SDM. Dan mengembangkan agar tetap hidup di masa-masa berikutnya sehingga dapat mengikuti perkembangan kota-kota dunia".


Semoga perubahan cepat dilakukan sebelum semuanya terlambat.