• Twitter
  • Technocrati
  • stumbleupon
  • flickr
  • digg
  • youtube
  • facebook

Follow our Network

..........

When our city too crowded, there is no empty space to build. Too many spaces are unfit for human. Some plants doesn't get places. We need a new methods in Architecture. Something different, something that prioritizes REdesign, REbuild, REcreating. WELCOME... for everyone who likes Architecture, Graphic Design & Indonesian Arts. Enjoy My Inspirational Page!!.

Google Search

Loading...

INFO

Hillside Terraced Green Roofs

0

Labels:

Reactions: 

Edisi postingan bulan Juli 2010. Saya mencoba mencari karya-karya Inspiratif dari Arsitek-arsitek seluruh dunia. Berharap melalui postingan Inspiratif ini kita bisa mendapatkan ide-ode brilian yang kelak pantas diterapkan di Indonesia. Tentunya dengan kontribusi dari anak bangsa yang kreatif, berharap kota kita menjadi lebih layak untuk dihuni di masa depan.


Hillside Terraced Green Roofs
Via Inhabitat. Citation Vegitecture:

"Austrian architects Tobias Weiss and Gernot Reisenhofer have designed a beautiful series of terraced hillside homes that save energy by blending into their environment. Nestled against the surrounding hills, each green-roofed apartment takes advantage of passive solar design, rainwater recycling, and photovoltaic sunshades."

images via Inhabitat


More images and text at Inhabitat: "The community’s terraced layout ensures that each apartment has a beautiful view, complete with a stretch of green space out front that doubles as an insulating green roof for the unit below. The roofs are populated with local plants and feature rainwater recycling systems that help water the plants and provide greywater for use in the apartments. A series of pedestrian walkways winds between these rooftop parks, encouraging the use of sustainable transportation and creating a tightly knit community."



Hotel Design Magazine

0

Labels:

Reactions: 



Hotel Design Magazine celebrates the design excellence of hotels, resorts, lodges and destination spas. Vivid photography, creative layouts and descriptive writing help present to the reader a broad focus on the new styles and fashion trends emerging in furniture, fixtures and the lodging spaces that provide a foundation for creativity.






Medical and Dental Space Planning

0

Labels:

Reactions: 



Information :


Author : Jain Malkin Published by John Wiley & Sons Publication date : April 2002 ISBN : 0471385743 PDF 627 pages English Original File Size : 25303 KB Compressed File Size : 21959 KB



Overview :


This definitive reference offers detailed analyses of more than thirty medical and dental specialties and their respective space planning requirements.New to the third edition is coverage of new medical specialties including reproductive enhancement, LASIX eye surgery, breast care centers, larger ambulatory centers, and medical oncology. It also offers up-to-date information on digital technology-electronic medical records, digital imaging, diagnostic instruments, and networked communications-and how it impacts the design of medical and dental facilities. You’ll also find out about recent changes in regulatory agency reviews of office-based surgery practices and ADA compliance.


Sustainable Design: Ecology, Architecture, and Planning free ebook download.

0

Labels:

Reactions: 


Meeting the Challenge of Sustainable Design "Daniel Williams’s Sustainable Design is . . . a thoroughly practical call for the design professions to take the next steps toward transformation of the human prospect toward a future that is sustainable and sustaining of the best in human life lived in partnership not domination." –From the Foreword by David W. Orr, the Paul Sears Distinguished Professor of Environmental Studies and Politics and Chair of the Environmental Studies Program at Oberlin College "In this pioneering book, Daniel Williams provides the sort of intelligent, thoughtful, experienced insights that–if followed–will ensure that we make the right choices. It should be on the desk ofevery architect in the world." –Denis Hayes, president and CEO of the Bullitt Foundation and coordinator of the first Earth Day in 1970 Architects identify "sustainability" as the most important change in the future of theirprofession. Sustainable Design: Ecology, Architecture, and Planning is a practical, comprehensive guide to design and plan a built environment compatible with the region’s economic, social, and ecological patterns. In this book, DanielWilliams challenges professionals to rethink architecture and to see their projects not as objects but as critical, connected pieces of the whole, essential to human health as well as to regional economy and ecology. Comprehensive in scope,Sustainable Design answers key questions such as: * How do I begin thinking and designing ecologically? * What is the difference between "green design" and "sustainable design"? * Whatare some examples of effective change I can make that will have the most impact for the least cost? Written for architects, planners, landscape architects, engineers, public officials, and change agent professionals, this importantresource defines the issues of sustainable design, illustrates conceptual and case studies, and provides support for continued learning in this increasingly central focus of architects’ and urban planners’ work. Williams’s bookfeatures winning projects from the first decade of the AIA’s Committee on the Environment (COTE) Top Ten award program.

The Garden As Architecture: Form and Spirit in the Gardens of Japan, China, and Korea

0

Labels:

Reactions: 


Publisher: Kodansha International ISBN: 477001712X edition 1998 PDF 204 pages 133,4 mb

Gardens and their related architecture have always been designed in Japan, China, and Korea as a single, cohesive environment. The particular forms that these environments took over the centuries naturally reflect each country’s differing aesthetic principles, but were also governed by other concerns–from religious beliefs and social structure to simple spatial or climatic constraints. In his exploration of the history of garden design in the Far East, Toshiro Inaji offers a fascinating study of changing cultural and aesthetic values.
DOWNLOAD EBOOK
The Garden As Architecture: Form and Spirit in the Gardens of Japan, China, and Korea
0

Labels:

Reactions: 


Green Cities: Urban Growth And the Environment Publisher: Brookings Institution Press ISBN: 0815748167 edition 2006 PDF 160 pages 12,7 mb


Rapid urban growth and suburban sprawl have heightened concern in many quarters about sustainable development. Are economic growth and environmental health always mutually exclusive goals? Nearly everyone would choose to pursue both given the chance, but many believe that it would be overly optimistic—perhaps na├»ve—to expect both.


Program Ruang dalam Perencanaan Rumah Sakit

0

Labels: ,

Reactions: 

Terdapat bukti yang cukup positif saat CABE (Commission for Architecture and Built Environment) mengumumkan hasil riset melalui telpon terhadap 500 perawat di London yang dilakukan sejak 12-27 Agustus 2003, yang menyatakan bahwa para perawat tersebut sangat menyadari bahwa desain Rumah Sakit dan lingkungannya berdampak langsung terhadap kecepatan kesembuhan pasien (patients recovery rate) dan terutama pada tingkat stress mereka. Hal lain yang juga diungkap dalam riset tersebut adalah sebagai berikut:


:: 91% Perawat dan 100% Dokter yang disurvey percaya, bahwa lingkungan rumah sakit yang sudah didesain dengan baik sangat berhubungan erat dengan tingkat kesembuhan pasien.


:: 90% Perawat dan 91% Dokter setuju bahwa bekerja di rumah sakit yang tidak didesain dengan baik, juga memberikan kontribusi yang tinggi terhadap peningkatan tingkat stress pasien.


:: 90% Dokter menyatakan bahwa sikap pasien lebih baik terhadap staf medik jika berada pada ruangan yang didesain dengan baik.


:: 79% Perawat percaya bahwa desain suatu rumah sakit berperanan penting pada perkembangan etos kerja karyawan.


:: 87% Perawat menyatakan bahwa rumah sakit yang didesain dengan baik akan sangat membantu mereka dalam menyelesaikan pekerjaan.


:: 99% Perawat dan 100% Dokter setuju bahwa mereka harus mengkonsultasikan kepada tenaga ahli yang tepat dalam menyelesaikan pokok permasalahan desain.


:: Tetapi hanya 44% yang menyatakan bahwa mereka tidak merasakan dampak apapun dari desain fisik bangunan rumah sakit.Hasil riset tersebut hanya menegaskan saja penyataan Dr. Beverly Malone, Sekjen NRC (Royal College of Nursing),

”Para perawat pasti merasakan dampak desain lingkungan kerja mereka terhadap
kinerja maupun terhadap kesembuhan pasien. Berjalan menyusuri koridor panjang
dan dan merawat pasien setiap hari, dalam penghawaan bangunan yang buruk dan
ruang rawat yang tidak didesain dengan baik, sangat berakibat negatif terhadap
upaya pelayanan kesehatan yang profesional dan tidak kondusif bagi kesembuhan
pasien.”
Pemrograman, sebagaimana kita ketahui, merupakan tahapan kedua dari keseluruhan proses perencanaan sebuah rumah sakit―tahapan pertama adalah studi kelayakan/feasibility study (Rosenfeld, 1981). Dan program ruang, merupakan salah satu proses yang cukup signifikan dari keseluruhan proses atau tahapan pemrograman. Sebagai seorang perencana rumah sakit ― baik seorang arsitek, maupun manajer rumah sakit (hospital administrator)―penguasaan operasional program ruang merupakan nilai mutlak yang tidak dapat ditawar lagi. Hal ini untuk menghindarkan ketidaksesuaian fungsi maupun besaran ruang yang kurang memenuhi kebutuhan standar sebuah rumah sakit.


Tabel berikut ini menunjukkan daftar bagian dari sebuah rumah sakit yang dapat membantu kita untuk memvisualisasikan ukuran/besaran ruang tiap-tiap bagian rumah sakit (Porter, 1982). Tabel ini hanya dapat digunakan untuk Fasilitas Kesehatan atau Rumah Sakit yang bukan merupakan Rumah Sakit Pendidikan.



Contoh penggunaan tabel diatas adalah sebagai berikut :

Anda merencanakan sebuah Rumah Sakit dengan kapasitas tempat tidur 50 buah. Maka, Luas Ruang untuk Radiologi adalah :

50 (TT) x 3.6 (m2) = 180m2 atau ruangan berukuran (contoh) 8x10m.

Beberapa catatan tambahan mengenai tabel diatas, adalah:
Luas/Besaran Ruang (gross) yang dibutuhkan adalah berdasarkan garis as dinding, serta merupakan penjumlahan dari Luas Ruang (net) ditambah ruang-ruang sisa (nonassignable areas). Ruang-ruang sisa termasuk ketebalan dinding partisi, sirkulasi vertikal dan horisontal, dan shaft. Untuk mengkonversi luas/besaran ruang kotor (gross) menjadi luas/besaran ruang bersih (net), biasanya digunakan koefisien 1.5-1.8.

Contoh :

Luas kotor Ruang Laundry adalah 1.08 m2 (tiap bed yang disediakan RS)Maka, Luas bersihnya adalah = 1.08 / 1.5= 0.72 m2

Dalam pemrograman dan perencanaan sebuah rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan, kebanyakan arsitek dan manajer rumah sakit menggunakan standar ini ditambah dengan sirkulasi untuk menentukan luas riil rumah sakit dan menentukan biaya untuk pengajuan sebuah proyek rumah sakit. Sehingga diharapkan produk perencanaan rumah sakit nantinya —baik masih berupa Master Program maupun Master Plan, atau bahkan ketika sudah memasuki tahap Design Development Plan― dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun profesional dengan kualitas yang optimal.

Repost from :

Tito Haripradianto, ST. MT.

http://hospitalarchitecture.blogspot.com

Rumah Antara (Design for Competition)

1

Labels:

Reactions: 


Project by :Rendra Gunarso.


Mahasiswa Arsitektur Universitas Atmajaya Yogyakarta. akt '06.


e-mail : rendra_gunarso@yahoo.com



Between the house with the concept of maximizing the core (porch) functions as a multifunctional space. Because more activities conducted outside the room, then the communications with others from outside your home can improve the socialization of the residents. Open space is deemed capable of providing a positive psychological effect because it can accelerate the recovery process due to psychological trauma because residents continue to communicate with fellow victims of the disaster (do not feel alone, feel the same boat and sepenanggungan). That way, it would be easy to form a community group helping each other (mutual assistance) are able to accelerate post-disaster reconstruction process as a whole than expected other assistance from outside. With a simple yet attractive design and use of local materials (bamboo), which can easily be obtained, this house could be completed 3-4 days even expected to do for 48 hours nonstop with little cost to the house between.

It took a speed between building a house for disaster victims who lost their homes. Communal toilets seems right for the cluster of houses because of the construction of sanitation or toilet dimasing respective homes require additional cost and time. I give two offerings at home among these. Using woven bamboo walls that can be developed. This house could be home between the post-disaster reconstruction process. If residents / citizens are able to build his house back, they could leave the house (house of). However, in general population of middle who lost their homes take longer to rebuild a badly damaged house, so I offer this house could become a permanent home with stucco walls and reinforcing the house (known as the bamboo wall construction with plaster) are more resistant to aging buildings long and capable inhabited by tens of tahun.Saya expect this design proposal, the government can help people by providing a gradual purchase (mortgage) to assist disaster victims who can not afford to build houses back home and make between being a permanent home. So, between the Transitional Site to house the village had automatically become permanent with the new RT and RW. With a terrace house which puts forward the concept of social relations, the new village has a good social interaction. Mutual help, mutual assistance!.














Aku dan Dia.. :)

Labels:

Reactions: 

Mega Proyek Masa Depan Indonesia

0

Labels:

Reactions: 

Indonesia merupakan anggota G-20 yang merupakan kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Indonesia juga merupakan salah satu negara besar di dunia dengan jumlah penduduk yang besar dan kekayaan alam melimpah. Walau didera krisis ekonomi, Indonesia mulai bangkit. Kini pembangunan di Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lain. Indonesia bahkan memiliki mega proyek kelas dunia. Beberapa mega proyek yang sudah jadi adalah jembatan Suramadu dan Indoor Theme Park terbesar di dunia, Trans studio. Beberapa proyek akan menyusul. Ada yang masih dalam perencanaan dan ada juga yang sudah dalam tahap penyelesaian. Diantara mega proyek tersebut, yaitu:


Surabaya Sport Center (SSC)
Surabaya segera akan memiliki kompleks olahraga supermegah dengan fasilitas superlengkap. Proyek bernama Surabaya Sport Center (SSC), yang memakan dana Rp 440,2 miliar, dijadwalkan selesai paling lambat Desember 2009 ini. Berlokasi di kawasan Benowo, Surabaya Barat, kompleks itu terdiri atas sebuah stadion utama berkapasitas 50 ribu penonton, sebuah stadion indoor berkapasitas 10 ribu penonton, dan sebuah masjid. Nanti kompleks tersebut juga direncanakan memiliki stadion atletik dan sirkuit.




Perpustakaan Universitas Indonesia (UI)
Indonesia akan memiliki perpustakaan termodern, terbesar dan terindah di dunia yang akan berlokasi Universitas Indonesia (UI) Depok di areal seluas 2,5 hektar. Lokasi bangunan berada di tepi danau Kenanga Universitas Indonesia dan berjarak sekitar 100 meter dari gedung rektorat. Gedung perpustakaan ini akan memiliki luas bangunan 30.000 m2 serta terdiri atas delapan lantai. Gedung berlantai delapan ini dirancang tahan gempa dan ramah lingkungan. Kebutuhan energi menggunakan sumber terbarukan yakni energi matahari (solar energy) selain itu di dalam gedung tidak diperbolehkan menggunakan plastik. Pembangunan gedung delapan lantai ini ditargetkan selesai Desember 2009 dengan anggaran sekitar Rp 100 miliar. Januari tahun depan diharapkan perpustakaan ini sudah bisa dibuka untuk civitas UI dan juga masyarakat umum. Pembangunan perpustakaan ini merupakan salah satu upaya UI menuju World Class University dan masuk ranking 100 besar perguruan tinggi terbaik di dunia.


Menara Jakarta

Jakarta akan segera memiliki salah satu menara tertinggi di dunia yang dinamakan "menara Jakarta". Proyek Menara Jakarta yang sebelumnya terhenti akibat badai krisis moneter, akan kembali dilanjutkan kembali. Proyek Menara Jakarta akan kembali dibangun pengerjaan konstruksi pada Januari 2010. Pembangunan Menara Jakarta yang menelan anggaran Rp 5 triliun ini ditargetkan rampung 2012 mendatang. Menara Jakarta setinggi 558 meter ini nantinya akan mengalahkan Oriental Pearl Tower, Shanghai, setinggi 460 meter, KL Tower di Malaysia 421 meter, dan CN Tower di Kanada setinggi 533 meter. Dan tak kalah penting, Menara Jakarta akan dijadikan sebagai pusat jaringan telekomunikasi dan multimedia dengan data center dan disaster recovery center. Menara Jakarta juga akan dijadikan sebagai traffic control dan pusat jaringan fiber optik di Jakarta. Menara ini juga akan memiliki restoran berputar, yang menarik lagi dari Menara Jakarta adalah bentuk kaki tiang menara yang memiliki bentuk tiga kaki yang menopang hingga ke atas. Bentuk semacam ini hanya satu-satunya di dunia untuk gedung-gedung pencakar langit. Jika telah selesai dibangun, Menara Jakarta ini akan menjadi icon (kebanggaan?) bangsa Indonesia dan menjadi menara telekomunikasi dan broadcasting tertinggi di dunia.

Jembatan Selat Sunda

Jembatan Selat Sunda adalah salah satu proyek besar pembuatan jembatan yang melintasi Selat Sunda sebagai penghubung antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera Jembatan Selat Sunda ini akan menjadi jembatan terpanjang pertama di dunia yang dibangun dengan bentang tengah sampai 2.200 meter. Perkiraan biaya investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan JSS sekitar Rp 100 triliun. Pembangunan proyek JSS membutuhkan waktu minimal 10 tahun. Kalau tahun 2012 sudah mulai dibangun rencananya jembatan sudah dibuka tahun 2022. Pada jembatan tersebut akan dibuat enam lajur kendaraan, masing-masing tiga lajur dalam satu ruasnya. Jembatan selebar 60 meter ini juga dilengkapi dua jalur pejalan kaki dan jalur darurat. Tak hanya itu, jembatan ini juga akan dilengkapi dua rel kereta. Jembatan rencananya akan berada pada 70 meter di atas permukaan laut, dan melewati tiga pulau-pulau kecil di selat itu, yaitu Pulau Prajurit, Ular, dan Sangiang. Ini merupakan jembatan dengan panjang 29 kilometer yang akan menjadi jembatan terpanjang di dunia.


Reaktor Nuklir Muria
Indonesia merencanakan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Muria, Jateng. Pegunungan Muria dianggap paling memenuhi syarat sebagai tempat berdiri dan beroperasinya PLTN. Selain karena aman dari gempa, daerah Muria juga sangat dekat dengan sumber air (Laut Jawa) yang dibutuhkan untuk mendinginkan reaktor nuklir. Pembangunan PLTN Muria akan dimulai 2012 dan siap diresmikan 2016 dengan total anggaran Rp 30 triliun. Diharapkan pada 2015-2016 PLTN Muria ini sudah bisa beroperasi dengan kapasitas 1.000 Mwat Elektic dengan investasi US$ 1.500-1.800 per KWh. PLTN membutuhkan uranium dan Indonesia memiliki dua tambang uranium, yaitu tambang Remaja-Hitam dan tambang Rirang-Tanah Merah. Kedua tambang uranium tersebut terletak di Kalimantan Barat. Jika sudah dibangun PLTN Muria akan mampu mengatasi krisis energi listrik yang saat ini sedang dialami negara kita. PLTN Muria yang rencananya memiliki enam reaktor nuklir dengan masing-masing berdaya 600 MW atau totalnya 3600 MW, akan sedikit mampu mengurangi krisis energi listrik terutama Jaringan Jawa-Madura-Bali (Jamali). Jika Indonesia memiliki PLTN, maka Indonesia juga akan masuk ke dalam jajaran segelintir negara elite nuklir dunia tapi nuklir Indonesia akan digunakan hanya untuk tujuan damai.

Costarina
Di Pulau Batam akan dibangun pulau-pulau buatan yang menyerupai peta dunia terbesar di dunia mengalahkan perumahan di Dubai. Perumahan di pantai ini dikembangkan menjadi pusat hunian dengan suasana tepi laut. Sebagian areanya diperoleh dari hasil reklamasi. Site plan-nya dirancang bak lagoon raksasa yang bagian tengahnya ditata menyerupai peta dunia dengan miniatur berbagai benua: Asia, Amerika, Eropa, Afrika, dan Antartika. Coastarina merupakan terobosan konsep pemukiman, yang terinspirasi oleh Palm Islands di Dubai, UAE.Di Coastarina, akan dibangun total 1.000 rumah di kawasan total 150 hektar (25 hektar termasuk taman dan fasilitas umum). Di sana, juga ada Okarina Taman Rekreasi dengan food court, kafe dan restoran, Taman Air, dinding raksasa, dan permainan air. Coastarina mega proyek ini akan selesai dalam 6 tahun dan total investasi diperkirakan menjadi 60 - 80 juta USD atau sekitar Rp. 570 M / Rp 760 M. MURI (Museum Rekor Indonesia) memberikan penghargaaan kepada Coastarina untuk papan tulisan terbesar di Indonesia, perumahan yang terletak di bibir pantai Batam itu akan mencatatkan dua rekor lagi untuk pembangunan bola dunia paling besar dan peta dunia terbesar di dunia.


Center Point Of Indonesia
Makassar akan memiliki kawasan super megah sebagai pusat bisnis, wisata dan pendidikan yang dinamakan Center Point Of Indonesia. Center Point Of Indonesia dibangun di kawasan dengan luas total 600 hektar itu akan terdapat bangunan bangunan menjulang tinggi, pusat bisnis dan pemerintahan, kawasan hiburan, hotel hotel kelas dunia yang dilengkapi dengan lapangan golf dengan view ke laut lepas dan pemandangan menakjubkan ke pulau pulau di Teluk Makassar. Di kawasan ini juga akan dibangun Istana kepresidenan yang selama ini hanya berada di Jawa dan Bali. Istana ini nantinya berada di atas laut. Di kawasan CPI juga akan dibangun Masjid Termegah di Asia, sekelas Taj Mahal di India. Ada juga The Makassar Notradamus, yaitu taman 1000 patung Pahlawan Indonesia. Masih di lokasi yang sama, Makassar juga akan membangun Public Space atau area publik terluas di Dunia. Di lapangan nan luas ini, akan terdapat banyak kawasan hijau, tempat bermain, taman bunga, tempat beristrahat, dan tentunya pantai buatan. Di sekitar kawasan ini juga akan terdapat Waterfront dan Marinas.Center Point Of Indonesia akan dilengkapi dengan dua jalan layang selebar masing masing 40 meter, waterway, monorail dan busway. Monorail di CPI akan menghubungkan kawasan megah ini ke Pusat Kota Makassar, hingga ke Bandara International Sultan Hasanuddin. Jika proyek ini benar benar terwujud maka Makassar akan melampaui Jakarta dalam hal mewujudkan angkutan Mass Rapit Transport idaman itu.Center Point of Indonesia juga akan dilengkapi dengan sebuah menara yang menyerupai Oriental Pearl Tower di Shanghai. Menara setinggi 300 meter itu akan difasilitasi dengan dek anjungan berputar. Menara itu akan dibangun tepat di tengah tengah proyek CPI. Selain itu, Center Point of Indonesia akan memanjakan pengunjung karena sudah terintegrasi dengan Trans Studio Indoor Theme Park, karena akan dilewati oleh jalur Monorail. Nantinya beberapa pantai dan pulau-pulau buatan di CPI juga akan dihubungkan dengan kereta gantung (Gondola) terpanjang di Asia. Jika proyek ini selesai, maka Makassar akan melesat menjadi kota metropolitan modern dan terbesar kedua di Indonesia, melampaui Surabaya. Obsesi itu jugalah yang membuat Makassar bertekat untuk menjadi kota dunia di tahun 2030.

Sundial (jam matahari) Pontianak
Indonesia akan memiliki sundial atau jam matahari tertinggi di dunia jika sundial Pontianak jadi dibangun. Dari semua kota yang dilewati garis Khatulistiwa, hanya ada satu kota di dunia ini yang dibelah atau dilintasi secara persis oleh garis Khatulistiwa, yaitu Kota Pontianak. Pembangunan sundial di lokasi sekitar Tugu Khatulistiwa Pontianak diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp76,6 miliar dengan lahan seluas 44,1 meter. Rencananya tugu tersebut akan dibangun dengan tinggi 71 meter, sehingga akan menjadikan Tugu Khatulistiwa sebagai sundial tertinggi di dunia. Pada lahan di sekitar sundial tugu akan dibangun sundial berukuran kecil sebanyak 17 buah. Angka 17 dan 71 diambil dari angka kelahiran Kota Pontianak. Untuk memperkuat ikon Pontianak sebagai Kota Khatulistiwa juga akan dibangun Twin Solar Telescope, Museum Galeri, Science Centre, kawasan komersial, Amphiteater, dan Convention di kawasan tugu tersebut.


Biak space port

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan mendirikan "space port" atau lokasi peluncuran roket pendorong satelit di Pulau Biak, Papua. Pulau Biak merupakan lokasi yang sangat strategis untuk penerbangan ke angkasa luar karena posisinya sangat dekat dengan garis katulistiwa. Pulau Biak berhadapan langsung dengan samudera luas sehingga proses peluncuran roket yang akan dilakukan diperkirakan tidak akan mengganggu negara lain. Jika roket pendorong satelit itu diluncurkan, serpihan atau benda-benda yang jatuh dari dari proses peluncuran itu akan jatuh ke laut, tidak mengenai negara lain, termasuk wilayah Indonesia. Selain itu, Pulau Biak juga terletak di di area ekuatorial (Posisinya hanya dua derajat dari garis katulistiwa) sehingga dorongan roket peluncur satelit lebih kuat dan mampu mengantar alat pemantauan di angkasa ke antariksa.


Terusan Sulawesi
Pada Musyawarah Sulawesi IV Enam gubernur se-Sulawesi menggagas pembangunan "Terusan Khatulistiwa" yang memotong leher Pulau Sulawesi. Kelak Pulau Sulawesi bakal terbagi dua, karena dipisahkan oleh laut di terusan yang akan diberi nama Terusan Khatulistiwa. Jika rencana tersebut benar-benar direalisasikan, maka terusan ini akan menjadi terusan ketiga di dunia, sebab saat ini baru ada dua terusan, yakni Terusan Suez di Mesir dan Terusan Panama di Amerika Tengah. Terusan Khatulistiwa ini bisa menjadi jalur laut internasional yang ramai dan akan memperpendek jarak transportasi laut dari wilayah timur Pulau Sulawesi menuju wilayah barat Indonesia, serta ke Filipina dan Malaysia. Itu merupakan beberapa mega proyek di Indonesia disamping proyek-proyek lainnya yang akan menjadikan Indonesia sebagai negara maju di masa depan. Mega-mega proyek tesebut kelak akan menjadi kebanggaan besar bagi bangsa Indonesia. Giliran kita mengambil bagian untuk ikut serta memajukan negara Indonesia tercinta ini.
di sunting dari :
Big Idea...Big Risk.. :)
Rendra says:
Tidak semua proyek di atas baik untuk di realisasikan, sebagian rencana yang telah disiapkan agak sedikit naif menurut saya. Kita sepertinya terpengaruh dengan gaya hedon negara Timur Tengah dengan super mega proyek mereka. Proyek-proyek seperti Jakarta Tower dan Costarina menurut saya hanya akan dinikmati kaum atas (mungkin belum saat nya). Mungkin lebih baik melakukan pembenahan kota (kota-kota besar Indonesia) agar lebih layak untuk dihuni, misal :
melakukan RElokasi pasar tradisional menjadi pasar yang bersih dan nyaman, RElokasi PKL, dll. (banyak nih masalah di kota kita, capek ntar ngetik nyaa.. :D)
REbuild (membangun kembali) kawasan peninggalan sejarah seperti Kota Tua di Jakarta, Kota Lama di Semarang dan masih banyak lagi situs2 bersejarah yg membutuhkan perewatan dgn dana tidak sedikit., dengan maksud agar anak cucu kita nanti masih bisa belajar dan menikmati peninggalan tsb.
REdesign (mendesain atau menata kembali) kota-kota yang sudah sangat padat mawut :D, dengan membangun infrastruktur yang mendukung aktivitas penduduk kota.
Setuju ga men temen?..
Semoga Indonesia bener-bener menjadi negara "besar" kelak. Amiiin...